7 Nov 2013

Dinner

Diposting oleh Drina at 07.16 0 komentar
Malam minggu kemarin, Aku diajak paman untuk menghadiri undangan di Hotel Santika. Pamanku yang mempunyai usaha perbengkelan itu mendapat undangan dari rekan bisnisnya (ceileeee... bahasamu nak ckckck) di acara ASPIRA RETAILERS GATHERING. Menurut pamanku, itu cuma acara makan malam biasa sambil memperkenalkan produk terbaru keluaran ASPIRA.

Setibanya di Hotel, kami langsung diantar ke sebuah ruangan dan melakukan register. Undangan yang merupakan tiket masuk diganti dengan tas berisi kupon door prize, beberapa lembar brosur, juga cinderamata berupa kaos dan ikat pinggang. Setelah itu kami dipersilahkan masuk dan duduk dimana saja kami suka. Ada sekitar 10 (atau mungkin 12) meja bundar yang dikelilingi masing-masing 10 kursi, diantaranya terdapat 2 atau 3 meja yang diperuntukan khusus para undangan yang vegetarian.

Kami duduk di sebuah meja di sebelah kiri ruangan, di sana sudah duduk 1 pasang suami istri dan seorang bapak yang datang sendiri. Ketiganya berwajah chinese (sama seperti mayoritas undangan yang lainnya) dan pamanku mengenal mereka dengan baik. Selang beberapa waktu, sepasang suami istri datang dan duduk di meja yang sama dengan kami. Istrinya mengenakan jilbab sepertiku, dan mereka juga bukan chinese sama seperti kami.

Ketika tamu undangan duduk, waiter langsung mengambil saputangan yang terlipat di atas meja, membuka lipatannya lalu meletakkannya hati-hati dipangkuan kami. Setelah itu meraka akan membuka tutup gelas dan menuangkan air putih, juga teh ke dalam cawan kecil. Aku tak tau teh apa yang dihidangkan oleh mereka, seperti teh hijau yang sering diminum para gadis yang sedang berdiet. Sepat, meninggalkan rasa pahit di lidah untuk beberapa saat. Tapi tak lama, karena kemudian pahit itu hilang dan terasa segar ditenggorokan.

Selain gelas dan cawan teh, ada piring yang di sebelah kanannya terdapat sendok makan, sendok sup dan sumpit. Sementara di sebelah kiri piring terdapat dua garpu. Di tengah-tengah meja aku melihat beberapa mangkuk kecil berisi acar, cabe, kecap asin dan juga sambal (dilihat dari tampilannya, itu sambal bangkok). Ada juga botol kecil berisi garam dan merica. Tak ketinggalan menu makan malam yang diketik rapi dengan huruf kecil-kecil di sebuah kertas yang dijepit diatas sebuah besi dan diletakkan persis di tengah-tengah meja.

Melihat tata meja yang diatur sedemikian rupa dengan segala yang menghiasinya, aku jadi grogi. Secara aku tak terbiasa menghadiri acara yang high class seperti ini. Tiba-tiba saja aku takut jika harus menggunakan sumpit, karena aku tak bisa menggunakannya. Atau salah cara memegang sendok (plis deh!), atau salah memakai garpu yang seharusnya (ada dua garpu, dan aku tak melihat ada perbedaan diantara keduanya). Atau malah melakukan hal konyol lainnya yang gak sesuai dengan tata cara makan di meja makan yang baik dan benar (table manner). Dan, aku yang paling penting aku takut mempermalukan pamanku di hadapan teman-temannya.

Lupakan! Aku yakin gak semua chinese di ruangan itu memahami table manner, walau sudah pasti mereka ahli menggunakan sumpit :P

Setelah acara dibuka, kata sambutan dan hal-hal yang gak penting lainnya. Satu persatu para waiter menghidangkan menu makan malam sambil diiringi suara merdu mbak penyanyi dan cuap-cuap mas MC. Makanan pembukanya adalah Hongkong Springroll dan Pototo Salad and Smoked Beef, dilanjutkan dengan Asparagus Crab Meat Soup 

Hongkong Springroll itu bentuknya kayak risoles, tapi lebih kenyal. Sepertinya bahan dasar kulitnya bukan dari terigu tapi tepung beras (ini hanya dugaanku haha).  Isinya aku gak merhatiin sih ya, yang pasti ada jamur kupingnya (itu loh jamur yg berwarna cokelat kehitaman yang sering ada di dalam tekwan atau kemlo. Tau kan?). Springroll ini paling enak dimakan pake sambal bangkok.

Potato salad and smoked beef adalah Kentang rebus yang dipotong dadu dengan daging asap yang diiris tipis memanjang seperti lidi (beneran seperti lidi, saking tipisnya gak terasa rasa daging asapnya). Lalu kedua bahan itu dicampur dengan mayones. Menurutku sih rasanya tawar, jadi aku menambahkan sedikit sambal bangkok (lagi) sebagai pelengkap.

Asparagus crab meat soup. Makanan yang satu ini mengingatkanku dengan makanan khas daerah Indonesia bagian Timur (Papua) yang berbahan dasar tegung kanji (sagu). Sedikit lebih kental dari sup biasa, ada taburan daun bawang di atasnya. Sup ini lezat karena dihidangkan hangat. Bawang putih juga ikut mempertajam rasanya. ENAK

Oya, setiap selesai satu hidangan, sebelum menghidangkan menu selanjutnya, waiter akan membereskan sisa makanan di piring kita, mengganti piring dengan mangkuk, atau sendok/garpu yang kita pakai dengan yang bersih, lalu menuangkan lagi air putih dan teh yang telah berkurang.

Selanjutnya waiter menghidangkan nasi putih di dalam mangkok yang diletakkan di atas piring. Aku langsung membayangkan orang-orang China, Jepang atau Korea yang memakan nasi dalam mangkok dengan sumpit. Tapi lalu bertekat, apa pun yang terjadi, walau semua orang memakan nasinya dengan sumpit, aku akan tetap cuek menggunakan sendok hehe... 

Tak lama berselang, dihidangkan pula Crab Meat Fried Rice. Awalnya ketika membaca menu bertuliskan CRAB, aku membayangkan seekor kepiting (lengkap dengan capitnya). Sedikit kaget ketika melihat apa yang dibawa oleh waiter, lalu maklum ketika membaca ulang menu yang tertulis. Gak heran jika yang dihidangkan adalah nasi goreng dengan wortel yang diiris tipis memanjang seperti lidi (lagi?) juga timun dengan irisan serupa lidi juga (hah?) yang dicampur dengan telur (awalnya kupikir telur, tapi mengingat nama menunya jadi aku ralat. Sepertinya bukan telur melainkan daging kepiting yang telah dihaluskan hehe...). Dan menu ini berhasil menyingkirkan nasi putih dalam mangkok untuk keluar dari piringku. Tentu saja itu artinya, aku gak harus makan nasi putih dengan sumpit :P

Menyusul kemudian Chicken with peanut sauce, ayam yang dimasak dengan kacang dan kecap. Rasanya manis. Aku kurang suka. Juga Steam fish with anchouvies and lime. Aku gak tau jenis ikan apa yang dipake, tapi sepertinya ikan laut sih. Dan menu yang satu ini terasa sedikit amis walau katanya pake lime. Untunglah rasa amis itu dinetralisir dengan Brokoli saus udang bawang putih. Campuran brokoli, bunga kol dan wortel yang ditumis dengan bawang putih. Tapi hei tunggu dulu, aku tak menemukan udang didalam makanan ini (bahkan bau dan rasanya pun tidak), Huh.. :(

Wujud nyata si Udang aku temukan di menu selanjutnya: Udang Goreng With Saus Telur Asin. Aku sedikit menyesalkan kenapa menu yang dihidangkan bukan udang goreng tepung (jika memang mau digoreng), atau dimasak dengan saus tiram, atau dibikin udang asam manis aja. Lebih simpel dan enak tentunya. Aku memang gak suka telur asin dan baru kali ini aku dengar saus telur asin (what? Telur asin? Siapa sih yang punya ide telur asin dijadiin saus?). Gak pas aja menurutku, apalagi dicampur ke udang goreng. Rasanya jadi aneh gitu. Dan dengan terpaksa aku hanya mengambil satu ekor udang ukuran kecil saja. Nyicip. 

Menu yang kedengarannya paling sederhana adalah Mie Goreng Singapure. Gak ada yang istimewah dari mie goreng ini, sama aja kayak mie goreng biasanya. Ntah kenapa namanya memakai embel-embel Singapure, aku juga heran. Toh cuma mie yg dicampur sawi bakso (sayur sawi yang biasanya ada di bakso) dan potongan sayur kubis, dikasih wortel sama daun bawang trus digoreng. Sepertinya bumbunya cuma garam doank deh, karena gak ada rasa pedasnya sama sekali, manis juga gak.

Terakhir, waiter menghidangkan Beef canton. Ini makanan jadi menu favoritku. Pernah makan sate padang? Nah menu yang satu ini rasanya mirip kayak sate padang (walau dagingnya gak ditusuk pake lidi sih hehe). Pokoknya enak deh, aku suka banget!

Dan setelah banyaknya menu di atas, makan malam ini ditutup dengan Puding cokelat yang lezat (walau tanpa fla) dan juga Sliced fresh fruit, berupa irisan buah pepaya, melon, dan semangka. Yang bikin mata tambah seger adalah pada saat yang bersamaan panitia acara mulai membagi-bagikan door prize yang menggiurkan. Ada iPad, Tablet dan juga smartphone (loh kenapa bukan produk ASPIRA ya? #bingung). Lalu setelah diselingin dengan acara joget Caesar (lebih gak nyambung lagi), semua undangan yang tidak mendapatkan door prize disuruh maju membawa kupon untuk ditukarkan dengan bingkisan yang ternyata isinya handphone. WOW!!! Terakhir foto bersama dan B.U.B.A.R!

Sepulang dari acara tersebut, sesampainya di rumah, aku yang anak ekonomi ini mulai menghitung-hitung berapa dana yang dihabiskan oleh penyelenggara untuk acara dinner plus bagi-bagi hadiah itu. Mulai dari sewa tempat, honor MC+pemain musik+penyanyi+ panitia, biaya makan dengan menu sebanyak itu, cinderamata, hadiah dan tentu saja tip buat para waiter. Ah... sudahlah, aku jadi berhayal punya uang sebanyak itu hehe..

Well, sekian cerita gak penting ini. Sebenarnya tadi cuma mau ngomentari makanannya aja tapi malah ngelantur kemana-mana. Yang pasti, (lagi-lagi) menurutku yang terpenting dari makanan itu bukan namanya tapi rasanya. Setuju? Okesipz! ^_^

 

Peoplecuek's Blog Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | Best Kindle Device