31 Agu 2010

Menginstall Cinta (Sekeping Pelajaran dari Setoples Cinta)

Diposting oleh Drina at 16.40 0 komentar
Customer Servis (CS): Ya, ada yang bisa saya bantu?

Pelanggan (P): Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin mengisntall cintakasih. Bisakah Anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?

CS: Ya, saya dapat membantu Anda. Anda siap melakukannya?

P: Baik. Saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstallnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan terlebih dahulu?

CS: Langkah pertama adalah membuka HATI Anda. Tahukah Anda dimana HATI Anda?

P: Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. apakah saya tetap bisa menginstallnya sementara program-program tersebut aktif?

CS: Program apa saja yang sedang aktif?

P: Sebentar saya lihat dulu, program yang sedang aktif adalah SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE, dan BENCI.COM.

CS: Tidak apa-apa. CINTA-KASIH akan menghapus SAKITHATI.EXE dari system operasi Anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memory Anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain. CINTA-KASIH akan menimpa MINDER.EXE dengan modul yang disebut PERCAYADIRI.EXE. tetapi Anda harus mematikan BENCI.COM dan DENDAM.EXE. program tersebut akan menyebabkan CINTA-KASIH tidak terinstall secara sempurna. Dapatkah Anda mematikannya?

P: Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah Anda membantu saya?

CS: Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE terhapus.

P: OK, sudah. CINTA-KASIH mulai terinstall secara otomatis. Apakah ini wajar?

CS: Ya, Anda akan menerima pesan bahwa CINTA-KASIH akan terus diinstal kembali dalam hati Anda. Apakah Anda melihat pesan tersebut?

P: Ya. Apakah sudah selesai terinstall?

CS: Ya, tapi ingat Anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menghubungkan HATI yang lain untuk mengupgradenya.

P: Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?

CS: Apa pesannya?

P: ERROR 4/2 – PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT – Apa artinya?

CS: Jangan khawatir, itu masalah biasa. Artinya, program CINTA-KASIH diset untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal Anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah non teknis ini berarti Anda harus men-“CINTA-KASIH”-i mesin Anda sendiri sebelum men-“CINTA-KASIH”-i orang lain.

P: Lalu apa yang harus saya lakukan?

CS: Dapatkah Anda klik pulldown direktori yang disebut “PASRAH”?

P: Ya, sudah.

CS: Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori “MYHEART” MEMAAFKAN-DIRI-SENDIRI.CoM, dan MENYADARI-KEKURANGAN.TXT. sistem akan menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali.

P: Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.MPG aktif di monitor saya dan menandakan bahwa DAMAI.EXE dan KEPUASAN.COM dicopy ke HATI.Apakah itu wajar?

CS: Kadang-kadang. Orang alin mungkin perlu waktu mendownloadnya. Jadi, CINTA-KASIH telah terinstall dan aktif. Anda harus menanganinya dari sini. Ada satu hal yang penting.

P: Apa?

CS: CINTA-KASIH adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang Anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai Anda akan menerimanya kembali.*


Yang bisa dipetik dari cerita di atas:
-          Hal pertama yang harus kita lakukan untuk menghilangkan rasa BENCI, DENDAM atau SAKIT HATI adalah “MEMAAFKAN”
-          Intropeksi diri sendiri. Sadari kekurangan yang ada pada diri kita dan mulailah untuk memperbaiki diri
-          Sebarkan kebaikan, karena sesungguhnya kebaikan yang kita lakukan akan berbuah manis ^_^
(Kesimpulan Rie sendiri, kira-kira ada pesan lain gak yang tersirat dari cerita di atas???)

*Dari buku karya BURHAN SODIQ yang berjudul “Ya Allah, Aku Jatuh Cinta! Mengelola Cinta Tanpa Harus Terkena Dosa”

29 Agu 2010

Download Ebook Puisi Dan Cerpen Gratis

Diposting oleh Drina at 01.44 0 komentar
Download Ebook Puisi Dan Cerpen Gratis

28 Agu 2010

Traffic light (Sebuah Pelajaran di Persimpangan Lampu Merah)

Diposting oleh Drina at 16.38 0 komentar
Hari Pertama
Siang ini saya mengendarai motor kesayangan saya menuju ke Bank Danamon. Ketika melewati simpang 5, ternyata lampu lalu lintas sedang memamerkan warna merah menyala, seolah tak peduli mentari yang bersinar begitu terik di bulan puasa seperti sekarang ini. Saya pun berhenti dan dengan sedikit tak sabar menanti lampu berganti menjadi hijau.
Tiba-tiba seorang pengendara motor berhenti di sisi kiri saya, sedikit agak dibelakang. Motornya begitu dekat (terlalu rapat malah), membuat saya sedikit risih. Gila nih orang mepet banget sih. Duh jangan-jangan pencopet, ntar giliran lampu hijau tas gue ditarik lagi. Tanpa berniat menoleh saya mempererat dekapan tas yang bertengger di lengan kiri saya.
Sesaat kemudian pengendara yang ada di depan saya memajukan sedikit motornya. Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Saya berniat untuk maju supaya dapat menghindari pengendara motor di sisi kiri saya. Cari aman aja deh! Pikir saya saat itu. Tapi belum sempat saya maju, tiba-tiba pengendara motor itu berseru:
“Hei, sombong banget sih?”
Suara itu! Yah tentu saja saya kenal. Saya menoleh cepat ke sisi kiri saya, ternyata Mercon. Dia salah seorang teman saya. Astaghfirullah, lagi puasa gini saya masih bisa berprasangka buruk. Maaf...maaf... saya jadi ngerasa bersalah.
“Sombong!” katanya lagi.
“Hehehe...” saya cuma bisa nyengir (malu banget deh gue :P )
“Maap con, kirain tadi siapa abiz gak ngeliat sih hehehe..”
“Makanya jadi orang tuh jangan cuek napa?”
Lagi-lagi saya cuma bisa nyengir. Saya yakin saat itu wajah saya merah karena malu. Mau gimana lagi, kebiasaan kali ya! Lalu saya mulai bertanya ini itu, yah...sekedar basa-basi lah (padahal dalam hati sibuk berdoa agar lampu hijau segera menyala biar bisa cepat-cepat ngabur).*

Hari Kedua
Pagi ini saya buru-buru ke kantor karena takut telat, kebetulan saya yang bawa kunci kantor (kan gak lucu kalo saya datang telat?). Sayang di sebuah persimpangan laju motor saya harus terhenti karena lampu merah. Kejadian itu kembali terulang lagi. Seorang pengendara motor lagi-lagi berhenti di sisi kiri saya (gak begitu rapat seperti sebelumnya sih), kali ini pun saya cuek saja tanpa bermaksud menoleh. Bukankah hal yang biasa bila di lampu merah semua pengendara motor/mobil berhenti.
“Rie...” si pengendara mencolek lengan saya.
Saya kaget sekali dan spontan menoleh ke orang tersebut. Ternyata si Tomek, sahabat saya. Saya tertawa, ingat kejadian kemarin. Untung kali ini saya tidak cepat-cepat berprasangka.
“Kenapa sih?” heran Tomek melihat saya.
Dalam waktu yang singkat itu (selama menunggu lampu hijau menyala) saya pun menceritakan kejadian kemarin pada Tomek. Dan kami pun tertawa bersama tanpa peduli orang-orang pada ngeliatin.

Hari Ketiga
Siang ini saya disuruh bos ke kantor pos buat beli materai. Lagi-lagi di jalan saya terjebak lampu merah. Hal biasa yang terjadi dan saya memang sudah terbiasa. Tanpa saya sadari seorang anak kecil menghampiri saya.
“Numpang sampe’ simpang Padang harapan ya mbak?”
“Hah?!” kaget saya dibuatnya.
“Boleh mbak?” katanya memohon.
Siapa sih? Kayaknya gak kenal deh. Saya berkata dalam hati.
“Duh maaf ya, gak lewat sana. Cuma mo ke kantor pos.” Saya menjawab pelan. Alhamdulillah saya gak harus berbohong untuk menolak permintaan anak itu.
Anak kecil itu pun berlalu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Sekilas saya lihat anak itu membawa setumpuk koran. Saya baru sadar kalo anak itu penjual koran. Saya jadi kasihan (dan mungkin sedikit menyesal), padahal apa ruginya memberi tumpangan pada anak itu. Apalagi kalo ternyata dia puasa, kasihan kan kalo dia harus jalan sejauh itu. Tapi saya kan memang gak melewati tempat yang dia sebutkan, saya sedikit membela diri dalam hati.
Ah... Sepertinya jiwa sosial saya masih rendah, saya kurang peka dengan apa yang ada sekitar saya. Kejadian berturut-turut selama 3 hari ini hanya contoh kecil yang membuktikan betapa cueknya saya. Sebanarnya cuma butuh pemikiran yang sederhana untuk memahami bahwa ada pelajaran kecil yang bisa diambil dari kejadian tersebut. Sungguh saya berniat untuk mengubah sifat cuek saya ini, caranya tentu saja dengan mulai peduli pada orang lain dan sekitar saya. Sederhana sekali bukan?

14 Agu 2010

Malas Nulis Lagi

Diposting oleh Drina at 22.00 4 komentar
Hmmm..penyakit males nulis gue kambuh lg.kali ini mungkin disebabkan karena blog gue sepi pengunjung. Pada dasarnya emang gak pernah dipublikasikan (dan emang gak tau cara cepat mempublikasikannya). Susahnya lagi namet2 gue rata2 kalo ngenet cm buka facebook doank.ah..payah!!!

Gue mo berhenti ngeblog aja deh (tp tetap nulis), cm klo gak diblog gue nulis dmn lg? Masa cuma menuh2in file di laptop aja. Gak seru ah! Nulis note di facebook jg jarang ad yg comment :-(

Gue males nulis lagi.

8 Agu 2010

Si Kembar Hitam Manis

Diposting oleh Drina at 02.16 0 komentar

Sudah seminggu ini penghuni kantor tempat saya bekerja bertambah. Ada 2 makhluk hitam manis yang sekarang ikut mewarnai kesibukan kami. Si Kembar anak Mami sedang pulang liburan. Tidak seperti biasanya, kali ini mereka datang bukan sebagai pengacau tapi sebaliknya mereka membantu meringankan pekerjaan kami. Iya, liburan ini mereka magang di kantor (kantor nyokapnya sendiri hehehehe...).
Namanya Vona Vony, anak kembar Mami yang saat ini masih berstatus mahasiswa semester 5 di sebuah universitas negeri yang ada di Padang, kelas internasional lagi. Vona mengambil jurusan Manajemen, sementara Vony mengambil jurusan Akuntansi. Si Kembar walau memiliki kulit berwarna sedikit gelap tetap terlihat manis, apalagi wajah mereka cantik dengan postur tubuh yang tinggi dan kurus (baca langsing). Dan yang terpenting, walau manja mereka adalah gadis-gadis yang cerdas, ramah dan baik hati.
Saya tidak tau begitu banyak mengenai mereka, karena ini baru kedua kalinya saya bertemu si Kembar. Yang pertama saat bulan pertama saya bekerja di kantor ini. Kala itu mereka sedang pulang liburan juga seperti kali ini. Sebenarnya liburan ini mereka mendapat tawaran magang ke Taiwan selama 2 bulan (Taiwan! Kalo gue yang dapat tawaran ini udah pasti gak bakal gue sia-siakan). Namun Karena mereka anak satu-satunya (maksud saja hanya mereka berdua) yang dimiliki Mami, sepertinya berat bagi Mami melepas si Kembar. Saya sangat mengerti hal itu! Berhari-hari memikirkannya membuat Mami stres karena membayangkan hal-hal yang tidak diinginkan mungkin terjadi pada mereka saat berada di Taiwan. Tuhan mungkin tau kekhawatiran Mami, beberapa hari menjelang keberangkatan mereka tiba-tiba Vona jatuh sakit. Tentu saja karena hal tersebut Mami dapat melarang si Kembar untuk pergi dan kali ini tidak ada yang dapat membantah. So...dengan berat hati liburan kali ini pun mereka terpaksa pulang ke Bengkulu (lagi).
Setelah sempat ke Jakarta beberapa hari tuk berobat (dan mungkin juga jalan-jalan), Si Kembar datang ke kantor. Saya terkaget-kaget sekaligus kagum waktu tau mereka akan magang di kantor (atas kemauan mereka sendiri loh bukan Mami yang minta). Bagus juga sih kalo mereka mau belajar, tapi ini kan kantor nyokapnya sendiri. Hmm... mungkin beginilah cara mereka buat menepis kekecewaan karena gak jadi berangkat ke Taiwan. Setidaknya liburan mereka diisi dengan hal yang bermanfaat, walau cuma magang di kantor nyokap sendiri (di kota kecil bernama Bengkulu) bukan di luar negeri. *acungin 2 jempol buat Vona Vony*
Well, sekarang kantor jadi rame sejak kedatangan si Kembar hitam manis. Di sela-sela kesibukan kami di kantor, sesekali terdengar teriakan kecil mereka memanggil dan sibuk bertanya ini itu tentang segala sesuatu yang harus mereka kerjakan. Serius sekali. Tapi kalo lagi gak sibuk mereka juga sering cerita tentang pengalaman mereka di kampus, terutama saat ada kegiatan dimana mereka bertemu para pejabat negeri ini or orang-orang lain dari berbagai negara. Wuah saya jadi ngiri nih.. Saya sadar dalam beberapa hal si Kembar lebih beruntung dari saya, tapi saya yakin di sisi lain saya juga lebih beruntung dari mereka (walau saya gak tau dalam hal apa ^_^v).
 

Peoplecuek's Blog Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | Best Kindle Device