21 Okt 2010

Puisiku, Puisi Tak Berjudul

Diposting oleh Drina at 08.48 4 komentar
Langkah kaki ini kian berat menapaki tiap takdir di setiap hari yang ku jumpai
Tak kunjung berujung pada terwujudnya impian
Terus berharap penuh harap tanpa henti, entah sampai kapan berharap-harap
Aku menunggu janji Tuhan yang akan mengabulkan, hingga kun fayakun itu yang terdengar
mewujudkan dari setiap doa yang ku kirim selalu

Keyakinan yang ku pegang, tertanam penuh tiada keraguan
Hanya saja tak pernah ku tahu wujud dari semua pesona mimpi
yang bersemayam dalam tidur atau bayang lamunan
Akan seperti apa?
Terlalu absurd untuk dilukiskan, apalagi jika hanya sekedar kata
Mungkin campur tangan Tuhan agar membuatnya tampak jelas nanti
Hingga tak perlu meraba-raba karena akan nyata pada saatnya

Baiklah, akan ku tunggu saja...

7 Okt 2010

Seperti...

Diposting oleh Drina at 07.46 0 komentar
Seperti mentari yang tiada pernah bosan membagi kehangatan
Seperti pelangi yang mempesona dengan keindahan warna yang dimilikinya
Seperti bintang-bintang yang slalu setia menemani sang rembulan
Seperti juga rembulan yang senantiasa bersinar dalam pekat malam
Seperti deru ombak yang menghantam karang-karang keras di lautan
Seperti suara gelombang di pantai yang mengesankan kemisteriusan
Seperti gunung yang menjulang tinggi menentang cakrawala
Seperti hutan rimba yang menyimpan berjuta rahasia
Seperti semilir angin yang berhembus menyejukkan diri
Seperti halnya riak air yang tenang mengalir mengikuti arus
Seperti itulah aku ingin hidup…
Bersama kedamaian dalam hati
Bersama jiwa yang tak akan pernah mati

5 Okt 2010

Perahu Kertas

Diposting oleh Drina at 15.52 0 komentar


Telat, tapi menemukannya di saat yg tepat! (nah loh?! Bingung kan?).
Saya menyesal terlambat membaca buku ini. Setelah sekian lama diterbitkan dan diperbincangkan oleh banyak orang, baru seminggu yang lalu saya membacanya. Setelah sehari sebelumnya ‘menjarah’ buku ini di rumah seorang teman lama.
Saya berhasil melahap isi buku ini dalam waktu yang singkat. Selepas magrib saya mulai menekuni tiap huruf, kata, kalimat, paragraf, halaman, hingga berlembar-lembar. Hanya menyelinginya dengan sholat isya. Saya tutup sesaat buku ini mendekati tengah malam untuk beristirahat sejenak. Ba’da qiyamul lail, saya kembali meneruskan lembar-lemar selanjutnya dan berhenti ketika subuh tiba. Bahkan saya bela-belain membacanya saat berada di kantor, mengeyampingkan pekerjaan saya dan menyelesaikannya tepat sesaat sebelum jam makan siang hahaha :D
Perahu kertas, sebuah karya yang luar biasa.  Tidak salah bila buku ini langsung masuk daftar buku favorit saya. Buku yang sangat bagus dan menginspirasi. Saya suka sekali dengan segala sesuatu yg ada di dalamnya. Perahu Kertas membuat saya tersenyum, tertawa, terharu, bahkan menitikkan airmata. Benar-benar mengaduk emosi! Buku ini bukan sekedar novel tentang cinta, lebih dari itu buku ini adalah sebuah terapi motivasi bagi ‘para pemimpi’.
Saya mungkin adalah salah seorang dari berjuta ‘para pemimpi’ yang ada di dunia ini. Buku ini hadir tepat ketika saya mengalami perenungan singkat tentang mimpi-mimpi (baca: impian) saya, yang sampai detik ini belum bisa saya wujudkan. Menemukan buku ini seperti menemukan kekuatan bagi jiwa saya yang mulai lelah dan menyerah. Percaya atau tidak, tapi buku ini mampu menghipnotis diri saya untuk tidak melepaskan mimpi-mimpi saya begitu saja.

Satu hal yang akan mulai saya kerjakan, saya akan membuat perahu kertas. Oh bukan... bukan untuk mengirim surat dan bercerita pada Neptunus, tetapi saya  akan berlayar dan menjemput impian saya :




 #Perahu Kertas  http://dee-55days.blogspot.com/

26 Sep 2010

I'm Not A Ninja

Diposting oleh Drina at 16.53 0 komentar

Seseorang yang tak saya kenal dan ntah dari belahan bumi mana, tiba-tiba mengirimkan sebuah pesan melalui facebook.

I’m confused

Message : Hallo ARZAN, I’m also a ninja called Arzan. What’s with that mask on your face, are you ninja too or maybe it’s your culture?

Ninja? Wow, saya merasa tersinggung dengan tuduhan ini. Apalagi pesan tersebut saya baca sesaat setelah saya bangun tidur. Mata saya langsung terbelalak, dan kantuk yg tersisa hilang begitu saja.

Hei dia memanggil saya 'Arzan',  benar-benar tidak sopan! Itu kan nama ayah saya. Siapa sih, isenk banget jd orang! Kenal jg nggak, kok berani2nya  mengirim pesan ngawur seperti itu. Saya baca berulang kali pesan itu, sambil berpikir kalimat apa yg harus saya tulis sebagai balasan. Ah... tidak, mungkin sebaiknya saya tidak usah meladeni pesan seperti ini. Gak penting!!!
***

Saya tersenyum kecil saat melihat foto profil di FB saya, gambar seorang perempuan berjilbab (lengkap dengan cadar) berwarna putih. Terlihat cantik sekali walau hanya kelihatant mata dan alisnya, seperti 'Ninja'. Ya pantas saja si pengirim pesan itu, yg ternyata adalah orang Zambia, menanyakan apakah saya ini seorang ninja hahahaha... Saya benar-benar tak bisa menahan tawa. Saya jd menerka-nerka apakah di Zambia sana ada sekelompok manusia ninja yg menamakan dirinya Arzan? :P

Ahaa!!! Seketika itu jg saya mendapat ide brililan. Saya tulis sebuah kalimat dan saya kirim ke Si Zambia:

"My Name is Adrina and I'm not a Ninja!"

#terinspirasi dr film My Name Is Khan: "My name is Khan adn I'm not a teroris"#


 Dan balasan selanjutnya sungguh mengagetkan saya, sampai saya tak mampu berkata-kata (halah!)

Sorry forgive me i mean no harm,it's just that i am looking for someone to help me with my trainings and my tests.You know what,let me tell you my hiden secret,i'm the only Ninja in my home country zambia.I really feel bad seeing my people being murdered at night so my aim is to eliminate the killers once and for all.
I hope you understand me.Once again i'm sorry if i've offended you or your culture.

Tidak, kali ini saya tidak berniat membalas pesan itu. Because I'm not a ninja! dan saya tidak pernah membayangkan punya teman seorang ninja. Saya jg berharap tulisan ini tidak akan menimbulkan masalah apapun pd saya, si Zambia atau orang lain.

19 Sep 2010

Sebuah Syair Ilia Abu Madhi

Diposting oleh Drina at 16.13 3 komentar

Dia bilang, langit sedang mendung dan sama sekali tidak cerah
Saya bilang, tersenyumlah, cukup mendung itu di langit saja
Dia bilang, masa muda telah berlalu;
Saya katakan, tersenyumlah
Penyesalan tidak akan pernah mengembalikan masa muda yang telah berlalu...
Dia katakan, senyum tidak bisa membuat siapa pun bahagia
Ia hanya hadir di dunia dan pergi dengan terpaksa
Saya katakan, tersenyumlah selama masih ada jarak sehasta antara Anda dan kematian
Karena setelah itu tak akan ada senyum dalam kehidupan.

9 Sep 2010

Semangat Idul Fitri

Diposting oleh Drina at 06.26 0 komentar
Malam ini takbir bergema dimana-mana, menandakan penghujung bulan Ramadhan dan menjelangnya hari kemenangan yaitu Idul Fitri. Ada senyum yang merekah, ada juga isak haru yang tanda sadar membuat setitik kristal mengalir di pipiku. Alhamdulillah ya Robb, Engkau masih memperkenankan diriku bernafas hingga detik ini. Sampaikan aku pada ramadhan-ramadhan Mu yang akan datang. Amin...

Semoga diri ini semakin Kaffah, Qonaah dan istiqomah di Jalan-Mu. Semoga diri ini tak pernah lupa untuk bersyukur pada-Mu. Semoga tiada akan pernah diri ini berpaling dari cinta-Mu. Semoga diri ini senantiasa merindu jannah-Mu. Hadirkan selalu keimanan yg teguh dalam hatiku ya Robb...



Selamat Idul Fitri 1431 Hijriah, Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir Bathin.


6 Sep 2010

My Name Is Adrina

Diposting oleh Drina at 08.26 2 komentar

Ari Adrina, itulah nama yang diberikan orang tua pada saya. Terdengar aneh mungkin, sehingga tiap orang yang baru mengenal saya selalu mengernyitkan dahi saat mendengar nama itu. Terutama karena suku kata pertama adalah “ARI”, nama yang biasanya diperuntukan bagi laki-laki. Bukan hanya itu, mungkin “ADRINA” terlalu sulit untuk diucapkan sehingga saya terbiasa mendengar orang lain menyebutnya Adrian, Andrina, Ardina atau Adriana. Apa pun itu awalnya saya tidak peduli.

Dulu, saya sering bertanya pada orang tua saya arti nama tersebut. Setiap kali saya bertanya yang saya dapatkan bukan jawaban dari rasa pertanyaaan saya, saya hanya mendapatkan senyuman. Dan itu sama sekali tidak menuntaskan rasa penasaran saya. Padahal ibu saya kerap bercerita mengenai latar belakang pemberian nama saudara-saudara saya, tetapi tidak dengan nama saya. Lambat laun saya berpikir mungkin nama saya memang tidak ada artinya, atau orang tua saya sendiri tidak mengetahui artinya.

Hmmmm... bisa dikatakan saya tidak terlalu menyukai nama itu. Tapi kemudian saya berpikir, bukankah “ADRINA” adalah nama yang cantik? Setidaknya tidak terdengar pasaran. Saya percaya bahwa orang tua saya punya alasan tersendiri mengapa memberikan nama itu pada saya. Dan saya sangat terkejut ketika beberapa hari yang lalu tanpa sengaja saya menemukan sebuah blog yang memberikan jawaban dari pertanyaan saya selama ini.

“The meaning of Adrina in Italian is Happiness.”


Akhirnya setelah 23 tahun lebih menjalani kehidupan dengan menyandang nama Adrina, saya bisa tau apa arti namanya. Nama saya berasal dari bahasa Itali yang berarti Kebahagian. Sungguh luar biasa! Ah... kenapa selama ini saya tidak pernah terpikir untuk menggunakan jasa Om Google ya :P

My Name Is Adrina. Nama yang cantik kan? Dan saya menyukai nama itu. Sungguh! ^_^v

31 Agu 2010

Menginstall Cinta (Sekeping Pelajaran dari Setoples Cinta)

Diposting oleh Drina at 16.40 0 komentar
Customer Servis (CS): Ya, ada yang bisa saya bantu?

Pelanggan (P): Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin mengisntall cintakasih. Bisakah Anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?

CS: Ya, saya dapat membantu Anda. Anda siap melakukannya?

P: Baik. Saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstallnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan terlebih dahulu?

CS: Langkah pertama adalah membuka HATI Anda. Tahukah Anda dimana HATI Anda?

P: Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. apakah saya tetap bisa menginstallnya sementara program-program tersebut aktif?

CS: Program apa saja yang sedang aktif?

P: Sebentar saya lihat dulu, program yang sedang aktif adalah SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE, dan BENCI.COM.

CS: Tidak apa-apa. CINTA-KASIH akan menghapus SAKITHATI.EXE dari system operasi Anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memory Anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain. CINTA-KASIH akan menimpa MINDER.EXE dengan modul yang disebut PERCAYADIRI.EXE. tetapi Anda harus mematikan BENCI.COM dan DENDAM.EXE. program tersebut akan menyebabkan CINTA-KASIH tidak terinstall secara sempurna. Dapatkah Anda mematikannya?

P: Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah Anda membantu saya?

CS: Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE terhapus.

P: OK, sudah. CINTA-KASIH mulai terinstall secara otomatis. Apakah ini wajar?

CS: Ya, Anda akan menerima pesan bahwa CINTA-KASIH akan terus diinstal kembali dalam hati Anda. Apakah Anda melihat pesan tersebut?

P: Ya. Apakah sudah selesai terinstall?

CS: Ya, tapi ingat Anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menghubungkan HATI yang lain untuk mengupgradenya.

P: Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?

CS: Apa pesannya?

P: ERROR 4/2 – PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT – Apa artinya?

CS: Jangan khawatir, itu masalah biasa. Artinya, program CINTA-KASIH diset untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal Anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah non teknis ini berarti Anda harus men-“CINTA-KASIH”-i mesin Anda sendiri sebelum men-“CINTA-KASIH”-i orang lain.

P: Lalu apa yang harus saya lakukan?

CS: Dapatkah Anda klik pulldown direktori yang disebut “PASRAH”?

P: Ya, sudah.

CS: Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori “MYHEART” MEMAAFKAN-DIRI-SENDIRI.CoM, dan MENYADARI-KEKURANGAN.TXT. sistem akan menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali.

P: Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.MPG aktif di monitor saya dan menandakan bahwa DAMAI.EXE dan KEPUASAN.COM dicopy ke HATI.Apakah itu wajar?

CS: Kadang-kadang. Orang alin mungkin perlu waktu mendownloadnya. Jadi, CINTA-KASIH telah terinstall dan aktif. Anda harus menanganinya dari sini. Ada satu hal yang penting.

P: Apa?

CS: CINTA-KASIH adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang Anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai Anda akan menerimanya kembali.*


Yang bisa dipetik dari cerita di atas:
-          Hal pertama yang harus kita lakukan untuk menghilangkan rasa BENCI, DENDAM atau SAKIT HATI adalah “MEMAAFKAN”
-          Intropeksi diri sendiri. Sadari kekurangan yang ada pada diri kita dan mulailah untuk memperbaiki diri
-          Sebarkan kebaikan, karena sesungguhnya kebaikan yang kita lakukan akan berbuah manis ^_^
(Kesimpulan Rie sendiri, kira-kira ada pesan lain gak yang tersirat dari cerita di atas???)

*Dari buku karya BURHAN SODIQ yang berjudul “Ya Allah, Aku Jatuh Cinta! Mengelola Cinta Tanpa Harus Terkena Dosa”

29 Agu 2010

Download Ebook Puisi Dan Cerpen Gratis

Diposting oleh Drina at 01.44 0 komentar
Download Ebook Puisi Dan Cerpen Gratis

28 Agu 2010

Traffic light (Sebuah Pelajaran di Persimpangan Lampu Merah)

Diposting oleh Drina at 16.38 0 komentar
Hari Pertama
Siang ini saya mengendarai motor kesayangan saya menuju ke Bank Danamon. Ketika melewati simpang 5, ternyata lampu lalu lintas sedang memamerkan warna merah menyala, seolah tak peduli mentari yang bersinar begitu terik di bulan puasa seperti sekarang ini. Saya pun berhenti dan dengan sedikit tak sabar menanti lampu berganti menjadi hijau.
Tiba-tiba seorang pengendara motor berhenti di sisi kiri saya, sedikit agak dibelakang. Motornya begitu dekat (terlalu rapat malah), membuat saya sedikit risih. Gila nih orang mepet banget sih. Duh jangan-jangan pencopet, ntar giliran lampu hijau tas gue ditarik lagi. Tanpa berniat menoleh saya mempererat dekapan tas yang bertengger di lengan kiri saya.
Sesaat kemudian pengendara yang ada di depan saya memajukan sedikit motornya. Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Saya berniat untuk maju supaya dapat menghindari pengendara motor di sisi kiri saya. Cari aman aja deh! Pikir saya saat itu. Tapi belum sempat saya maju, tiba-tiba pengendara motor itu berseru:
“Hei, sombong banget sih?”
Suara itu! Yah tentu saja saya kenal. Saya menoleh cepat ke sisi kiri saya, ternyata Mercon. Dia salah seorang teman saya. Astaghfirullah, lagi puasa gini saya masih bisa berprasangka buruk. Maaf...maaf... saya jadi ngerasa bersalah.
“Sombong!” katanya lagi.
“Hehehe...” saya cuma bisa nyengir (malu banget deh gue :P )
“Maap con, kirain tadi siapa abiz gak ngeliat sih hehehe..”
“Makanya jadi orang tuh jangan cuek napa?”
Lagi-lagi saya cuma bisa nyengir. Saya yakin saat itu wajah saya merah karena malu. Mau gimana lagi, kebiasaan kali ya! Lalu saya mulai bertanya ini itu, yah...sekedar basa-basi lah (padahal dalam hati sibuk berdoa agar lampu hijau segera menyala biar bisa cepat-cepat ngabur).*

Hari Kedua
Pagi ini saya buru-buru ke kantor karena takut telat, kebetulan saya yang bawa kunci kantor (kan gak lucu kalo saya datang telat?). Sayang di sebuah persimpangan laju motor saya harus terhenti karena lampu merah. Kejadian itu kembali terulang lagi. Seorang pengendara motor lagi-lagi berhenti di sisi kiri saya (gak begitu rapat seperti sebelumnya sih), kali ini pun saya cuek saja tanpa bermaksud menoleh. Bukankah hal yang biasa bila di lampu merah semua pengendara motor/mobil berhenti.
“Rie...” si pengendara mencolek lengan saya.
Saya kaget sekali dan spontan menoleh ke orang tersebut. Ternyata si Tomek, sahabat saya. Saya tertawa, ingat kejadian kemarin. Untung kali ini saya tidak cepat-cepat berprasangka.
“Kenapa sih?” heran Tomek melihat saya.
Dalam waktu yang singkat itu (selama menunggu lampu hijau menyala) saya pun menceritakan kejadian kemarin pada Tomek. Dan kami pun tertawa bersama tanpa peduli orang-orang pada ngeliatin.

Hari Ketiga
Siang ini saya disuruh bos ke kantor pos buat beli materai. Lagi-lagi di jalan saya terjebak lampu merah. Hal biasa yang terjadi dan saya memang sudah terbiasa. Tanpa saya sadari seorang anak kecil menghampiri saya.
“Numpang sampe’ simpang Padang harapan ya mbak?”
“Hah?!” kaget saya dibuatnya.
“Boleh mbak?” katanya memohon.
Siapa sih? Kayaknya gak kenal deh. Saya berkata dalam hati.
“Duh maaf ya, gak lewat sana. Cuma mo ke kantor pos.” Saya menjawab pelan. Alhamdulillah saya gak harus berbohong untuk menolak permintaan anak itu.
Anak kecil itu pun berlalu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Sekilas saya lihat anak itu membawa setumpuk koran. Saya baru sadar kalo anak itu penjual koran. Saya jadi kasihan (dan mungkin sedikit menyesal), padahal apa ruginya memberi tumpangan pada anak itu. Apalagi kalo ternyata dia puasa, kasihan kan kalo dia harus jalan sejauh itu. Tapi saya kan memang gak melewati tempat yang dia sebutkan, saya sedikit membela diri dalam hati.
Ah... Sepertinya jiwa sosial saya masih rendah, saya kurang peka dengan apa yang ada sekitar saya. Kejadian berturut-turut selama 3 hari ini hanya contoh kecil yang membuktikan betapa cueknya saya. Sebanarnya cuma butuh pemikiran yang sederhana untuk memahami bahwa ada pelajaran kecil yang bisa diambil dari kejadian tersebut. Sungguh saya berniat untuk mengubah sifat cuek saya ini, caranya tentu saja dengan mulai peduli pada orang lain dan sekitar saya. Sederhana sekali bukan?

14 Agu 2010

Malas Nulis Lagi

Diposting oleh Drina at 22.00 4 komentar
Hmmm..penyakit males nulis gue kambuh lg.kali ini mungkin disebabkan karena blog gue sepi pengunjung. Pada dasarnya emang gak pernah dipublikasikan (dan emang gak tau cara cepat mempublikasikannya). Susahnya lagi namet2 gue rata2 kalo ngenet cm buka facebook doank.ah..payah!!!

Gue mo berhenti ngeblog aja deh (tp tetap nulis), cm klo gak diblog gue nulis dmn lg? Masa cuma menuh2in file di laptop aja. Gak seru ah! Nulis note di facebook jg jarang ad yg comment :-(

Gue males nulis lagi.

8 Agu 2010

Si Kembar Hitam Manis

Diposting oleh Drina at 02.16 0 komentar

Sudah seminggu ini penghuni kantor tempat saya bekerja bertambah. Ada 2 makhluk hitam manis yang sekarang ikut mewarnai kesibukan kami. Si Kembar anak Mami sedang pulang liburan. Tidak seperti biasanya, kali ini mereka datang bukan sebagai pengacau tapi sebaliknya mereka membantu meringankan pekerjaan kami. Iya, liburan ini mereka magang di kantor (kantor nyokapnya sendiri hehehehe...).
Namanya Vona Vony, anak kembar Mami yang saat ini masih berstatus mahasiswa semester 5 di sebuah universitas negeri yang ada di Padang, kelas internasional lagi. Vona mengambil jurusan Manajemen, sementara Vony mengambil jurusan Akuntansi. Si Kembar walau memiliki kulit berwarna sedikit gelap tetap terlihat manis, apalagi wajah mereka cantik dengan postur tubuh yang tinggi dan kurus (baca langsing). Dan yang terpenting, walau manja mereka adalah gadis-gadis yang cerdas, ramah dan baik hati.
Saya tidak tau begitu banyak mengenai mereka, karena ini baru kedua kalinya saya bertemu si Kembar. Yang pertama saat bulan pertama saya bekerja di kantor ini. Kala itu mereka sedang pulang liburan juga seperti kali ini. Sebenarnya liburan ini mereka mendapat tawaran magang ke Taiwan selama 2 bulan (Taiwan! Kalo gue yang dapat tawaran ini udah pasti gak bakal gue sia-siakan). Namun Karena mereka anak satu-satunya (maksud saja hanya mereka berdua) yang dimiliki Mami, sepertinya berat bagi Mami melepas si Kembar. Saya sangat mengerti hal itu! Berhari-hari memikirkannya membuat Mami stres karena membayangkan hal-hal yang tidak diinginkan mungkin terjadi pada mereka saat berada di Taiwan. Tuhan mungkin tau kekhawatiran Mami, beberapa hari menjelang keberangkatan mereka tiba-tiba Vona jatuh sakit. Tentu saja karena hal tersebut Mami dapat melarang si Kembar untuk pergi dan kali ini tidak ada yang dapat membantah. So...dengan berat hati liburan kali ini pun mereka terpaksa pulang ke Bengkulu (lagi).
Setelah sempat ke Jakarta beberapa hari tuk berobat (dan mungkin juga jalan-jalan), Si Kembar datang ke kantor. Saya terkaget-kaget sekaligus kagum waktu tau mereka akan magang di kantor (atas kemauan mereka sendiri loh bukan Mami yang minta). Bagus juga sih kalo mereka mau belajar, tapi ini kan kantor nyokapnya sendiri. Hmm... mungkin beginilah cara mereka buat menepis kekecewaan karena gak jadi berangkat ke Taiwan. Setidaknya liburan mereka diisi dengan hal yang bermanfaat, walau cuma magang di kantor nyokap sendiri (di kota kecil bernama Bengkulu) bukan di luar negeri. *acungin 2 jempol buat Vona Vony*
Well, sekarang kantor jadi rame sejak kedatangan si Kembar hitam manis. Di sela-sela kesibukan kami di kantor, sesekali terdengar teriakan kecil mereka memanggil dan sibuk bertanya ini itu tentang segala sesuatu yang harus mereka kerjakan. Serius sekali. Tapi kalo lagi gak sibuk mereka juga sering cerita tentang pengalaman mereka di kampus, terutama saat ada kegiatan dimana mereka bertemu para pejabat negeri ini or orang-orang lain dari berbagai negara. Wuah saya jadi ngiri nih.. Saya sadar dalam beberapa hal si Kembar lebih beruntung dari saya, tapi saya yakin di sisi lain saya juga lebih beruntung dari mereka (walau saya gak tau dalam hal apa ^_^v).

29 Jul 2010

My Dreams

Diposting oleh Drina at 20.15 0 komentar
Impianku adalah keliling dunia (setidaknya bila dunia tak dapat ku kelilingi, maka Indonesia harusnya bisa kujelajahi hingga pelosok negeri). Aku tak tau kapan impianku itu terwujud atau dengan cara bagaimana bisa terwujud. Tapi aku selalu berharap dan akan terus berharap agar suatu hari nanti impian itu akan terwujud. Insya Allah...

Aku mencintai tempat dimana aku dilahirkan, sebuah kota kecil yang bernama Bengkulu (yang mungkin tak semua orang tau letaknya). Aku mencintai Bengkulu dengan segala yang ada dan apa adanya. Walau begitu dari dulu aku selalu berkeinginan untuk segera meninggalkan kota ini. Kenapa? Karena aku ingin mengejar impianku, hanya itu! Sayang kesempatan itu belum menghampiriku :(

Oktober 2010, mungkin akan menjadi awal langkah ku dalam mengejar impian. Bangka Belitung sebagai tujuan pertama (atau bahkan sekaligus menjadi tempat terakhir bila aku memutuskan untuk menetap di sana). Entahlah, yang pasti ini akan menjadi catatan perjalananku. Aku menanti saat itu dengan sangat tidak sabar. Memikirkannya terkadang membuatku menjadi penderita insomnia, susah tidur. Ada beribu-ribu rencana yang aku rancang, semua memenuhi benakku berhari-hari lamanya. Aku akui ada secuil ketakutan terselip diantara hasrat dan semangatku. Sedikit menggangu memang, tapi selalu ku tepis.

“Kali ini tak ada sesuatu apa pun yang bisa menghentikan langkahku. Aku memilih dan aku akan menjalani kehidupan yang aku pilih.”

27 Jul 2010

Obien ku...

Diposting oleh Drina at 22.33 0 komentar
Namanya Obien! Catat: O.B.I.E.N. Nama yang terkesan chubby banget kan? Itu  nama boneka beruang kesayangan saya. Boneka beruang berwarna cokelat, dengan rompi biru dan pita merah yang mengalungi lehernya. Boneka ini adalah pemberian dari seorang sahabat saya. Ntah dalam rangka apa dia memberikannya, saya sudah lupa. Yang jelas sejak mendapatkan boneka ini 3 tahun yang lalu, maka sejak saat itulah ia menemani saya mengarungi mimpi setiap malam.

Obien, boneka ini diberikan kepada saya melalui perantara. Dibungkus rapi dalam sebuah kotak persegi yang dibalut kertas kado dan pita biru yang menghiasinya. Saya langsung jatuh cinta pada boneka beruang ini sejak pertama kali melihatnya. Lucu dan sedikit berbeda dengan boneka beruang yang kebanyakan orang lain punya (termasuk boneka-boneka beruang yang sebelumnya telah saya miliki). Saya menamainya “obien”, seperti nama orang yang memberikannya pada saya (Sstttt...saya merahasiakan ini. Semoga dia tidak marah bila suatu hari mengetahuinya).

Hhmmm.. sebenarnya saat itu saya merasa sedikit tertipu. Saya telah mengenalnya sekitar 2 tahun lamanya dan selama itu yang saya tau namanya Radhyt (saya menyingkatnya dengan Dhyt), tapi saat dia mengirimkan boneka beruang ini saya jadi tau kalo nama aslinya adalah Robin (bisa disebut lebih singkat: obien). Walau begitu saya lebih suka memanggilnya Dhyt dan Obien menjadi panggilan saya buat boneka beruang pemberiannya ^^

Saya ingat kata-kata Dhyt (maksud saya Robin), “Kalo Ree kangen sama Dhyt, peluk boneka ini ya”

Dia bilang begitu seperti saya ini adalah pacarnya saja hahahaha... tapi Dhyt memang orang yang romantis, bukan hanya sama pacar tapi juga sama sahabat-sahabatnya. Dan saya memang sering memeluk Obien sambil melihat bintang, terutama kalo saya sedang kesepian atau bersedih. Setidaknya saya tau kalo saya tidak sendiri, seperti ada seseorang yang membisikkan kata “ada aku disini menemanimu”. Wuah jadi ingat lagu Bondan “Ya Sudahlah” (ingat liriknya: apa pun yang terjadi ku kan slalu ada untukmu, janganlah bersedih coz everythings gonna be okey”). Hah, gak nyambung ya??? Tak apa lah...

Satu hal yang pasti, obien bagi saya bukan hanya sebuah boneka melainkan seorang sahabat (dia pengganti tuannya), karena setiap saya lihat Obien saya pasti ingat Robin. Seseorang yang dulu selalu mengingatkan saya untuk kuliah dengan sungguh-sungguh dan belajar serius, yang tak pernah lupa mengingatkan saya untuk senantiasa beribadah agar menjadi seorang muslimah seutuhnya, yang tiada pernah bosan mengingatkan saya untuk lebih bersyukur atas nikmat-Nya. Walau saya tau sosoknya tak akan tergantikan dengan sebuah boneka beruang.

Luv U Obien Ku...

25 Jul 2010

Tentang Hati Yang Terluka

Diposting oleh Drina at 01.36 0 komentar
Wuah ternyata udah lama banget saya gak buka blog, hampir terlupakan lagi nih. Belakangan dikantor sibuk banget, lagi ada audit dana kamapanye. Saat menerima proyek ini dikantor sebenarnya juga lagi disibukkan dengan audit lainnya, sebuah perusahaan swasta dibidang perkebunan karet. So kami jadi sering lembur sampe malam karena dikejar deadline, bahkan hari libur pun kerja seharian. Asli capek buanget deh. Kalo udah pulang ke rumah boro-boro mo ngenet, makan pun kadang udah gak inget. Abiz mandi langsung aja rebahan di kasur n’ peluk guling, tidur deh!

Selama 2 minggu terakhir sebenarnya banyak hal terjadi, yang seharusnya bisa saya ceritain di blog. But karena kesibukan saya gak sempat menuliskannya (atau mungkin sebenarnya saya emang gak niat menuliskannya). Seperti ketika saya ‘patah hati’. Yah... terlalu sulit bagi saya untuk mengakui kalo saya ngerasain ‘sakit’ yang luar biasa ketika mengalaminya (Tapi saat menuliskannya hari ini saya sudah bisa tersenyum, walau cuma senyum kegetiran). saya gak akan ngebiarin perasaan itu mengusik hidup saya. saya bersyukur kesibukan saya dikantor sedikit banyak telah membantu saya untuk gak larut dalam kesedihan.

Jujur, sampe detik ini saya masih bisa merasakan ‘sakit’ itu. Saat mengingatnya ada kebencian yang muncul begitu saja. Maka hari ini ketika menulis blog ini saya berjanji, ini untuk terakhir kalinya saya mengingatnya (karena saya gak ingin rasa benci ini menguasai hati saya lagi).

saya udah lama mengagumi sosok itu, bahkan mungkin bisa dikatakan kalo saya suka dia. Dulu adiknya adalah teman sepermainan saya waktu kecil. Keluarga kami sangati dekat, mungkin karena di keluarga saya gak ada anak cowok dan dikeluarga dia gak ada anak cewek, (mungkin juga ada penyebab lain, entahlah saya gak tau). Tapi sejak dia jadi TNI kedekatan itu kian terjalin, meskipun pada akhirnya dia tugas di luar kota dan cuma pulang 1 atau 2 tahun sekali.

Sekali lagi saya katakan, saya suka dia. Rasa suka yang sedikit dibumbuhi obsesi untuk mendapatkan calon suami seorang TNI seperti ayah saya. Walau rasa suka itu cuma bisa saya pendam sendiri bertahun-tahun lamanya. saya gak tau apakah dia menyukai saya atau tidak. Yang jelas keluarganya selalu bersikap baik (terlewat baik malah) sama saya. Mamanya juga sering mengenalkan saya pada saudara-saudara mereka. saya GR kali ya, tapi saya pernah dengar kalo ortunya berniat menjodohkan kami berdua hehehehe... Lucu memang kalo diingat, padahal ortu saya udah nganggap dia seperti anak sendiri.

Mungin gak sepantasnya saya menyukai dia, saya salah! Maka beberapa bulan terkhir saya mencoba melupakan sosok itu. saya hapus no Hp nya, saya delete foto nya yg ada di Hp, flashdisk dan komputer saya, dan berusaha untuk tidak mengetahui apa pun tentang dirinya. saya ngelakui itu karena saya gak mau menyakiti hati saya sendiri bila akhirnya nanti ternyata Cuma bertepuk sebelah tangan. Sampe akhirnya seminggu yang lalu sahabat saya bercerita kalo ternyata dia (cowok yang saya kagumi) sudah punya pacar. saya kaget mendengar kabar tersebut, karena ternyata sahabat saya tau langsung dari ceweknya (yang bercerita dengan bangga dan wajah tanpa dosa). saya ‘sakit’ tapi bukan karena mengetahui dia sekarang sudah punya pacar, melainkan karena sesuatu yang dikatakan cewek itu tentang saya (tapi tidak bisa saya tulis di sini). Malam itu akhirnya saya tertidur bersama isak yang tersisa. Iya, saya emang nangis (setelah sekian lama tak menangis). Hm... mungkin ini bukan patah hati yang dialami kebanyakan orang, tapi tetap ‘sakit’ terasa.

saya bukan orang suci, gak juga sempurna. Maka saya belajar memaafkan, belajar melupakan dan menghapus benci yang ada. Beginilah cara saya untuk mengobati hati dan perasaan saya. saya gak perlu tau apakah dia yang menorehkan luka pada hati saya, atau hanya cewek itu yang dengan sengaja berusaha melukai perasaan saya. Cukup sampai di sini saya mengenalnya, saya tak ingin bertemu dia lagi. Tidak, saya tidak membenci siapa pun diantara mereka. Saya hanya takut bila bertemu lagi, saya tidak bisa bersikap sebagaimana biasanya.

Saat ini saya cuma berharap bisa segera meninggalkan kota Bengkulu. Saya sedang berusaha mewujudkan mimpi-mimpi saya. Mungkin dengan begitu, saya juga gak akan bertemu dia lagi dan saya pikir itu yang terbaik. Doakan saya ya ^^

7 Jul 2010

BIOSKOP OH BIOSKOP....

Diposting oleh Drina at 05.56 0 komentar

Gak sengaja tadi pagi liat jadwal pemutaran film di 21, jadi inget kejadian hari sabtu kemarin. Waktu itu gue diajak teman nonton film di bioskop. Kebetulan gue lagi libur and emang udah lama banget gak ke bioskop (karena gue emang bukan orang yang hobi nonton), jadi gue setuju aja apalagi ada yang ngebayarin alias gratis hehehehe... Seingat gue baru 2x gue nonton di bioskop, yang pertama film Laskar Pelangi and yang kedua Ketika Cinta Bertasbih 1. Tapi seperti biasanya, gue tetap lebih suka novelnya daripada filmnya.

Kira-kira 1-2 bulan yang lalu gue pernah kepingin banget nonton film, Judulnya “My Name Is Khan”. Sebenarnya gue gak terlalu suka film India, tapi ntah kenapa gue pengen banget nonton film yang satu ini. Dari liputan yang sempat gue tonton di MetroTV (kalo gak salah sih), gue udah bisa menyimpulkan kalo film ini emang wajib ditonton. Maka mulailah gue mengatur planing buat nonton di 21. Sayangnya rencana itu gak juga terealisasi hingga akhirnya tuh film gak diputerin lagi. Kecewa sangad!!! Apalagi saat gue berburu ke UltraDisk, sebuah t4 penyewaan film, gue juga gak menemukan film itu. Hingga beberapa hari kemudian adek gue pulang dengan membawa DVD nya. Duh gak kebayang deh senangnya gue waktu itu. Dan benar loh, tuh film beneran bagus banget.

Kembali ke topik sebelumnya, kali ini gue diajakiin nonton film luar, judulnya.... (Ups! gue lupa :P). Wuah kebiasaan ne, gue jarang inget judul film (iya, sebenarnya judul buku dan judul lagu juga). Pokoknya tuh film ceritanya tentang kehidupan drakula (drakula apa vampire ya, gue juga lupa hehehehe...). Itu loh film lanjutan Twilight. Tau kan??? Gue gak terlalu menyimak jalannya cerita waktu tuh film diputar. Malah gue sempat tidur hahahahaha :D

Ceritanya gini, gue punya kenalan via Fesbuk (yg adalah temannya teman SMA gue dulu). Gue biasanya memanggil dia dengan sebutan “Kak Heru”. Baru-baru ini dia lulus CPNS di Departemen Hukum dan HAM, jadi dia janji mo traktir gue n Ibda (teman SMA gue) nonton and makan-makan. Maka kemarin kami buat janji ketemuan di depan 21. Gue pikir Cuma kami bertiga, taunya si Ibda bareng sama teman-teman sekantornya (sekedar informasi, ibda kerja di Pengadilan Tinggi Agama). Alamak malunya gue, diantara mereka semua Cuma gue yang kerja di swasta, karyawan biasa pula. Jadi minder deh :(

Gue sempat berpikir buat gak jadi ikut nonton and pulang aja (terkadang ketidakpedean gue sering muncul tiba-tiba loh). But mereka tetap memaksa gue tuk ikut, apalagi karcis bioskop udah terlanjur dibeli. Jadi begitulah gue ikut juga masuk ke studio walau dengan setengah hati. Saat masuk studio ternyata film udah mulai diputar, gue ketinggalan cerita walau hanya beberapa menit. Tapi itu udah cukup membuat mood gue hilang seketika. Sepanjang pemutaran film, gue sibuk dengan hape, sms’an sama teman gue dan online. Bukan cuma itu aja, suhu ruangan yang dingin banget membuat gue ngantuk dan akhirnya tertidur hahahaha... (Aneh ya, padahal film ini gak membosankan kok).

Yang jelas, sampe kapan pun gue gak bakal jadi pengunjung setia bioskop seperti teman-teman gue. Dan walau gratis, lain kali gue juga gak bakal mau diajak ke bioskop (kecuali gue bener-bener pengen nonton film itu and gak bisa sabar menunggu sampe dapet DVD nya). Dari pada duduk di studio bioskop selama 2-3 jam selama pemutaran film, gue lebih milih nongkrong di Gramedia or warnet aja. Gue gak mau kejadian kemarin terulang lagi, tertidur di bioskop! Gue takut kalo misalnya pas gue nonton n tertidur, teman gue lupa ngebangunin. Apa jadinya nasib gue?
*NgebayanginDitinggalSendirianDidalamBioskopDanTerbangunKeesokanHarinya, KarenaKebetulanNontonPadaPemutaranSesiTerakhir.* Oh NO!!!

27 Jun 2010

Laptop Impian

Diposting oleh Drina at 02.16 2 komentar

 

Wew, akhirnya gue bisa punya Laptop juga setelah sekian lama menginginkannya. Gak tanggung-tanggung gue pilih Compaq 510 (ini gue putuskan setelah berpikir berhari-hari, sampe gak konsen kerja n bahkan gak bisa tidur). Padahal dulunya gue cuma pengen beli Accer seperti yang kebanyakan temen gue pake. Alhamdulillah kayaknya kesabaran gue berbuah maniz, semaniz wajah gue kali ye hehehehehe...

Siapa pun tau dari dulu cuma 2 hal yang bisa ngebuat gue betah di rumah, setumpuk buku bacaan (ex. Novel, komik, majalah dll) dan tentu saja komputer. Karena gue hobi nulis jd komputer itu benda yang penting. Sayangnya komputer gue sering banget ‘ngambek’, gue jadi sebel n malez nulis lagi (well, walau itu bukan alasan utama sih. Sebenarnya gue sering ngerasa kalo tulisan gue gak bagus atau sebut saja gue gak berbakat nulis). But jujur nih, diem-diem gue tetap punya tekad untuk jadi penulis walau mungkin gak se’terkenal penulis-penulis favorit gue.

Laptop, sudah sejak 2th yang lalu gue menginginkannya. Seingat gue waktu itu gue baru mulai nyusun skripsi. Gue udah bosen bolak-balik ngantar komputer butut gue ke tukang servis, maka dari itu gue mulai mengajukan proposal ke Dad agar mau mencairkan dana buat beli laptop. Gak usah yang terlalu bagus, Accer pun udah cukup (ralat: lebih dari cukup). Tapi ternyata gak semudah yang gue kira. Lo pernah ngajukan proposal ke Dinas pemerintahan gak? Susah kan cairnya? Butuh proses yang panjang n waktu yang lama, pas cair jumlahnya juga gak sama kaya’ yang diminta. Seperti itulah Dad. Bisa dikatakan kalo gue bener-bener gak bisa mengharapkan kucuran dana dari Dad. Maka gue mencoba bersabar untuk menghadapi komputer gue yang sering ‘ngambek’ itu dan alhamdulillah skripsi gue tetap bisa gue selesaikan tepat waktu 

Sekarang gue udah kerja, tapi ntah kenapa gue tetap pengen punya laptop. Walau sebenarnya gak terlalu dibutuhkan sih (gue emang gak terlalu butuh tapi adek gue butuh), karena seharian gue di kantor n sama sekali gak pernah bawa pulang kerjaan. Pulang kantor kalo gak baca buku, gue cuma tidur2an sambil online via hape or smsan ma sohib gue. Dengan kata lain, tanpa laptop pun sebenarnya gue tetap bisa menikmati hidup. Aghrrr... tapi gue pengen punya laptop!!! So walau gak banyak gue selalu menyisihkan sebagian penghasilan gue buat ditabung, biar bisa beli laptop impian gue. Awalnya gue berniat beli netbook aja, biar lebih murah n mudah dibawa kemana-mana. Tapi waktu Mum tau kalo gue mo beli netbook, Mum gak setuju. Ohw...gue sempat kecewa, gak sabar rasanya nunggu tuh uang terkumpul sampe bisa beli laptop. Tapi ternyata Mum punya rencana mo ngebayarin Laptop gue, tentu saja dengan dukungan dana dari Dad (kali ini gue gak butuh proposal deh hehehehe..). Dan akhirnya gue jadi beli laptop, bahkan gue cuma butuh nambahin kekurangan uang dari Mum n Dad karena harga laptop impian gue melebihi budget yang disediakan Mum. Gak pa-pa deh, yang terpenting gue bisa punya laptop. Horeeee!!!! *Teriak kegirangan sambil lonvat-loncat*

So... Jangan heran ya kalo sekarang gue jadi betah di rumah, nongkrong di depan laptop berwarna hitam dengan layar 14’ inci ini sambil menulis sesuatu atau sekedar menikmati musik dari Winamp. Kegiatan yang sederhana tapi cukup membuat gue gak bakal beranjak sampe berjam-jam. Mungkin punya laptop gak bakal mengubah tulisan gue jadi lebih bagus, juga gak bisa menyulap gue menjadi seorang penulis terkenal. Tapi setidaknya setelah sekarang gue punya laptop gue bakal lebih sering nulis. Itu akan mengasah kemanpuan gue di bidang tulis-menulis dan memotivasi diri gue supaya bisa jadi penulis beneran. Apalagi sekarang gue punya blog ini yang mulai rajin gue kotak-katik, secara gak langsung gue udah jadi penulis dunk hehehehe...


“Kau harus percaya pada diri dan keyakinanmu, terhadap sesuatu dan apa yang kau mau.”
Ganbatte Kudasai, teruslah berjuang menggapai impian.
(Gak nyambung ya, biarin deh yang penting tetap SEMANGAT!)

19 Jun 2010

Traveling With Friends (Without TOMEK)

Diposting oleh Drina at 22.33 2 komentar
Weekend minggu lalu gue jalan bareng namet2 gue. Perjalanan kali ini dengan tujuan Kota Curup yang berada di kawasan pegunungan. Untuk sampe ke Curup memerlukan waktu sekitar 2,5 jam, cukup jauh bagi kami para cecewe yg memang sangat jarang melakukan perjalanan keluar kota. Jalan pegunungan yang penuh liku cukup berbahaya, karena di salah satu sisi jalan terlihat jurang yang curam membentang. Apalagi jika musim hujan, tentu perlu ekstra hati-hati untuk melaluinya. Bukan hanya rawan kecelakaan tapi juga rawan longsor. Maka tak heran bila orang beranggapan kami sedikit 'nekat' karena pergi ke sana dengan berkonvoi mengendarai motor.

Sebenarnya perjalanan ini udah kami rencanain dari 2 bulan yg lalu, tapi terlalu banyak kendala yg membuat rencana itu gak pernah terlaksana. Salah satunya adalah izin ortu. Yah... memang wajar sih bila ortu mengkhawatirkan anaknya, apalagi dengan medan perjalanan seperti itu. But ntah kenapa kami begitu ingin ‘menakhlukan’ (istilah kami sendiri) medan ini, semacam pembuktian bahwa kami pun bisa. Di samping memang karena kami pengen jalan2 ke beberapa tempat wisata di Curup.

Sayangnya setelah akhirnya kami pun bisa merealisasikan hal itu, sahabat gue malah gak ikut. Hampir aja gue ngebatalin perjalanan ini. Sebelumnya gue gak pernah jalan bareng namet2 tanpa TOMEK (panggilan sohib gue). Biasanya kalo Tomek gak bisa ikut, gue pun gak bakal ikut. Gue bakal ngebatalin pertemuan or perjalanan kami. Dan kalo gak ada gue, otomatis yang lain pun gak bakal pergi. Coz gue adalah KOMANDAN (kata namet2 gue sih, walau sebenarnya kami bukan 1 Genk). Sebagai Komandan, gue yg biasanya menghandle smua kalo kami mo ngumpul or melakukan perjalanan.

Maybe sedikit egois ya, kalo Cuma gara2 Tomek gak ikut gue ngebatalin smua planning kami. But memang begitu, gak ada Tomek maka gak ad ague. Tomek itu seperti bagian dalam hidup gue. Perjalanan gak bakal seru kalo gak ada dia, seperti malam penuh bintang tp gak ada rembulan, seperti makan nasi tanpa lauk pauk, seperti makanan 4 sehat yg gak sempurna karena gak disertai minum susu, seperti taman yg gak ada bunga, seperti…. Ya seperti itulah.

But, kali ini gue memutuskan untuk tetep pergi tanpa Tomek. Walau konsekuensinya gue harus bawa motor sendiri PP (pergi-pulang), sementara yg lain goncengan berdua n bisa gentian. Gak papa deh! Gue gak bisa ngebayangin gimana kecewanya namet2 gue kalo kami gak jadi pergi. Apalagi Tomek baru member tau gak bisa ikut beberapa saat sebelum keberangkatan kami. So… perjalanan ini tetap harus dilanjutkan dan itulah yg terjadi.

Seperti yang gue ramalkan sebelumnya, perjalanan ini terasa kurang seru. Walau jujur gue hepi juga sih. Bahkan gue udah mulai mengatur skedul n’ ngerancang planning buat perjalanan selanjutnya. Mungkin perjalanan ke daerah lain, tp gue tetep pengen ke Curup lagi (tentu saja kali ini harus ada Tomek). Biar bisa lebih narsis n eksis jd model di foto perjalanan kami hahahahah… Pokoknya kalo dalam hal ini posisi Tomek gak bakal terganti jd Soulmate gue.

Oya, kembali ke cerita perjalanan kami ke Curup… Di gunung, saat perjalanan pergi gue diikuti seseorang. Orang itu pake motor juga. Saat itu posisi gue ada di urutan belakang (jadi Komandan gak selalu berada di depan loh. Sebagai Komandan gue perlu mengawasi anak2 buah gue jd gue harus berada di belakang. Karena keselamatan mereka adalah tanggungjawab gue tsah… :P). Awalnya gue piker biasa aja kalo beriringan dengan orang lain, Cuma herannya kenapa orang itu gak pernah memotong jalan gue padahal dia punya banyak kesempatan buat mendahului gue. Was-was juga sih, apalagi gue bawa motor sendiri. Untungnya salah seorang namet gue menyadari hal itu juga, so dia memperlambat laju motornya dan mengambil posisi di belakang motor gue. Lega deh…

Sialnya di suatu persimpangan, namet gue yg lain melaju kencang hingga meninggalkan kami terlalu jauh. Gue berniat menyusul but gue takut terjadi apa2 ma namet gue di motor yg belakang. So gue biarin aja. Ternyata benar, motor namet gue pecah ban di kawasan perkebunan kopi. Wedew, gawat kan? Mana tempatnya sepi. But syukur Alhamdulillah setelah sekiar 200 meter dari TKP kami menemukan bengkel kecil. Sementara kami menunggu, namet gue yang udah duluan kami suruh langsung ke rumah salah satu temen kuliah kami dulu yg memang tinggal di Curup. Setengah jam kemudian kami udah ngumpul di rumah dia.

Selanjutnya kami jalan2 ke t4 wisata di Curup, namanya SUBAN. Di sana ada t4 pemandian air panas dan air terjun. Kebetulan pemilik Suban itu adalah keluarga temen kami yg tinggal di Curup, maka kami bebas ‘menjelajahi’ setiap sudut kawasan wisata itu, gratis lagi hahahahahaha… Asli hepi deh, terbayar smua rasanya rasa cape waktu di perjalanan, rasa kesal waktu pecah ban, rasa was-was waktu diikuti orang. Pokoknya HEPI HEPI HEPI…!!! 

Sayangnya kami gak bisa berlama-lama di Curup, coz awan mulai menggantung n wajah langit pun mendung. Kami segera pulang coz takut kehujanan di jalan. Padahal kami baru ke Suban belum ke t4 wisata yg lain . Makanya gue pengen ke sana lagi, konvoi naek motor lagi. Kapan ya???? InsyaAlalah bulan depan, dan kali ini Tomek udah pasti IKUT. Pasti lebih seru kan ^_^

Friends, tunggu kabar dari gue. Komandan udah buat Planning baru tuk perjalanan selanjutnya!

7 Jun 2010

Penugasan Pertama

Diposting oleh Drina at 02.44 2 komentar
Beberapa hari yang lalu, gue keluar kota (jika tidak ingin dibilang masuk desa hehehehe). Ini adalah penugasan keluar kota pertama yang gue dapat setelah ± 5 bulan bekerja di KAP (biasanya sih cuma dinas keluar kantor: ke bank, ke kantor pajak, ke kantor pos or bahkan Cuma ke kantor klien). Deg-deg’an bgt deh (Halah, lebay mode on). Tapi jujur gue seneng, coz bosan juga tiap hari Cuma ngadep komputer mulu. Lama-lama mata gue bener2 kudu ditempelin lensa minus juga deh. Gue pikir walau judulnya ‘KERJA’ but tetep aja gue ke luar kota, pergi ke daerah lain yang bahkan mungkin belum pernah gue kunjungi. Dan itu menarik!

Hari itu seperti biasa gue jadi orang pertama yang tiba di kantor. Tak berapa lama menyusul bigbos gue yang dateng. Kami terlibat percakapan singkat selama beberapa menit. Truz beliau ngasih tau kalo gue bakal diajak serta dalam perjalanan keluar kota kali ini. Yesss!!! *gue bersorak dalam hati* akhirnya gue diajak juga. Untung kali ini gue masih bisa menahan diri untuk gak loncat-loncat kegirangan seperti biasa, tapi gue yakin raut muka gue gak bisa menutupi ekspresi kegirangan itu :p Entah apa yang ada dalam pikiran gue saat itu, yang pasti gue tau kalo gue keluar kota buat kerja bukan jalan-jalan. Bahkan gue udah dapet bayangan dari senior gue di kantor kalo keluar kota bakal lebih capek daripada kerja di kantor. But gue gak peduli, gue pengen keluar kota! Gak pake koma, langsung tanda seru!

Keesokannya, gue terbangun pagi buta. Jam 4 subuh loh, bahkan sebelum alarm yang gue pasang berbunyi. But ternyata mata gue ngantuk berat karena gue tidur udah hampir tengah malam, so gue putuskan untuk tidur lagi setelah kembali menyetting alarm agar berbinyi 15 menit kemudian. Waktu alarm berbunyi, gue terbangun lagi dan sekali lagi gue menyetting alarm agar berbunyi 15 menit kemudian lalu gue tidur. 15 menit kemudian kejadian berulang dan dengan sedikit memaksakan diri gue bangun juga dari tempat tidur. Setelah mandi, sholat n sarapan seadanya, gue ngebujuk ayah tersayang buat nganterin gue ke rumah bigbos. Dan seperti biasa gue selalu ontime, pukul 05.15 WIB gue udah nongkrong di ruang tamu bigbos gue yang masih sibuk manasin mobil. 5 menit kemudian mobill Suzuki metalik itu tlah meluncur dijalanan dengan 5 orang penghuni di dalamnya (termasuk Supir).

Kalo boleh jujur ne, yang gak gue suka dari perjalanan keluar kota adalah saat di dalam perjalanan. Apalagi kalo harus naek bis atau mobil. Gue lebih suka naek motor, sejauh apa pun itu. Soalnya kalo naek bis atau mobil gue suka tidur, jadi gak bisa menikmati perjalanan deh. Seperti kalo ini, walau jalan yang kami lalui buruk dan penuh lobang, gue tetep aja bisa tidur sepanjang perjalanan. Mata gue Cuma sesekali terbuka saat mobil bener-bener terguncang dan setelah itu tertidur lagi hahahahah…

Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, akhirnya tiba di tempat tujuan. Sebuah perkebunan karet yang teramat sangat luas sekali (hiperbolis banget sih!). Swer deh, tuh kebun luaaaaaaaasssssssss banget! Sejauh mata memandang yang bakal lo liat ya perkebunan itu. Ini baru perkebunan Karet, belum termasuk perkebunan Kakao. Baru yang di Bengkulu, belum lagi yang di kota-kota lain seperti Medan, Pekan baru dll. Wuah Gue sampe tercengang-cengang dibuatnya. Udik banget ya hehehehe… Padahal sebelumnya gue pernah ikut ke kampung temen gue, di daerah transmigrasi n terletak di tengah perkebunan sawit. Bahkan gue tinggal di sana selama 2 hari 2 malam. Tapi asli gue kapok banget deh, gak bakal mau lagi gue ikut dia. Kembali ke bahasan sebelumnya, seperti yang sudah gue bilang kalo kami ke sana buat kerja bukan jalan-jalan. So gak ada waktu buat berlama-lama menikmati pemandangan sekitar perkebunan. Setelah beristirahat beberapa menit, kami lalu dibawa ke pabrik tempat pengolahan karet. Dan untuk sampe ke pabrik itu, diperlukan perjalanan sekitar 20 KM. Lumayan jauh juga kan?

Semerbak bau karet tercium saat mobil kami mulai mendekati pabrik. Perutku jadi mual n pengen muntah. Asli gak nahan deh. Kalo aja gue gak bareng sama bigbos, mungkin udah gue tinggalin tuh pabrik dan ngacir sejauh mungkin sampe tuh bau gak mengusik indra penciumanku lagi. Tapi apa hendak dikata, udah nasib gue kali ye. Dan sialnya lagi gue ditugasin bos masuk ke pabrik langsung buat melihat (sekaligus mencatat) proses pengolahan karet secara langsung. Jiaaaaahh.... Hampir pingsan gue! Asli hidung gue jadi mati rasa (eh mati bau deh), gara-gara bau karet yang busuknya minta ampun itu memaksa masuk ke lubang hidung gue dengan teramat sangat tidak sopan. Masker? Jangan tanya deh, coz di sini sma sekali gak ada masker huff!!! Jadi maaf ya, menurut gue SALAH BESAR kalo lo bilang bau karet itu artinya bau duit, sekalipun harga karet memang mahal.

Ok, walau dengan sedikit terpaksa (karena ini adalah bagian dari pekerjaan) gue akhirnya masuk ke pabrik pengolahan pertama sendirian. SENDIRI! Karena bos gue diantar berkeliling dan temen gue ke gudang persediaan material. (Sebenarnya gue sedikit heran apa hubungannya antara proses pengolahan karet dengan pekerjaan kami. Karena tugas kami adalah mengaudit, bukankah seharusnya yang perlu kami perhatikan hanyalah laporan keuangan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan itu. Tapi ternyata gue salah coz kata temen gue yang udah terbiasa ikut dalam penugasan, hal itu juga diperlukan karena akan dimasukkan di dalam laporan). Maka begitulah, akhirnya gue berkeliling pabrik itu dengan ditemani seorang mandor yang sibuk menjelaskan proses pengolahan karet dan fungsi setiap alat yang ada di dalam pabrik. Jangan heran kalo kami harus ngomong sambil teriak-teriak selama di dalam pabrik, karena suara mesin pengolahan bising banget.

Selesai dari pabrik pengolahan pertama, gue dianter ke pabrik pengolahan kedua. Sebenarnya antara pabrik pertama dan kedua yang aku masukin itu gak jauh beda sih, fungsinya sama aja. Hanya saja pabrik yang kedua lebih besar, alat2nya lebih banyak dan otomatis lebih bising lagi. Tapi syukurnya mandor di pabrik kedua lebih ramah dan berpengalaman. Gue udah gak mengeluh lagi, hidung gue udah mulai terbiasa dengan bau karet dan gue jadi ngerasa mendapatkan pengetahuan dan sebuah pengalaman yang luar biasa. Bayangkan, gue yang biasanya Cuma berkutat dengan angka-angka (walau gak ada uangnya hehehehe..) dan duduk di depan komputer seharian (berhari-hari malah), bisa tau proses pengolahan karet. Bahklan gue sampe hapal beberapa bagian mesin pengolahan karet seperti: barvender, slapcutter conpeorsortir, mangal, open drairer dll (betul gak ya tulisannya? EGP deh!). Sayang gue gak sempat foto2 di dalam pabrik hehehehehe... :p

Selanjutnya masih banyak yang kami lakukan, mengumpulkan kartu persediaan dan mencocokkan dengan persediaan di gudang penyimpanan. Kemudian mengumpulkan berkas-berkas penting yang harus kami bawa untuk diperiksa dan sebagainya. Bukan hanya dari pabrik tapi juga di kantor pusat. Semua akhirnya selesai pukul 18.20 waktu setempat. Setelah mengemasi barang dan berkas yang harus kami bawa, kemudian menyusunya di dalam mobil, kami pun akhirnya pulang. Cuapek banget, nguantuk juga. Dan lagi-lagi sepanjang perjalanan pulang gue tertidur.

Pokoknya penugasan pertama ini sukses, gue hepi walau seluruh badan gue (mulai dari ujung jilbab sampe ujung sepatu)udah gak jelas lagi bau apa. Bau parfum, keringat, bau karet nyampur jadi satu, badan penat, mata nguantuk, nyampe rumah udah hampir jam 11 malam, gue gak peduli. Gue hepi n berharap lain kali gue ikut keluar kota lagi.
 

Peoplecuek's Blog Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | Best Kindle Device