24 Feb 2013

Kamu

Diposting oleh Drina at 07.52 0 komentar
Kamu mungkin tak pernah tau seperti apa kamu dimataku,
bagaimana aku menggambarkan sosokmu.

kamu yang jarang menyunggingkan senyum;
padahal segaris tipis yang melengkung di sudut bibirmu itu sudah cukup.

kamu yang lebih suka membahasakan rasa sendiri,
lewat diam dan puisi,
lewat lirik lagu yang kau senandungkan lirih.

kamu yang begitu angkuh seperti tak pernah butuh siapa-siapa,
tapi diam-diam memperhatikan selalu,
merekam setiap moment yang terjadi dalam ingatanmu.

Kamu yang suka tak peduli dan sok acuh
ternyata menjaga dan melindungi dari jauh

Kamu yang terlihat sabar,
tak pernah bosan menghadapi setiap ke'moody'an,
dan selalu berhasil memberi pengertian.

Kamu yang tiba-tiba suka marah,
walau pada akhirnya lebih memilih mengalah,
karena tak ingin membuat orang lain kecewa.

 kamu yang suka melupakan hal-hal yang kecil tapi bagi orang lain itu penting,
sungguh nyebelin tapi juga ngangenin.

kamu yang apa adanya,
yang terlihat bahagia hanya karena sesuatu yang sederhana.

Iya, begitulah kamu.
Sosok yang membuatku sering merindu.

 Sadarkah kamu?



rheadrina, 24 Feb 2013

15 Feb 2013

Februari Tahun Kedua

Diposting oleh Drina at 09.52 0 komentar
Dua tahun yg lalu di tanggal yg sama, untuk pertama kalinya kita bertemu. Mungkin bukan benar-benar yang pertama kali karena bisa saja jauh sebelum hari itu kita pernah bertemu tanpa disengaja dan masing-masing kita tak menyadarinya. Tapi anggaplah saja dua tahun yang lalu adalah hari kita pertama bertemu, karena di hari itulah awal dari kebersamaan kita.

Ya, tepat tanggal 15 Februari di tahun yang berbeda dengan hari ini, untuk pertama kalinya kita bertemu. Aku percaya pertemuan kita saat itu bukanlah suatu kebetulan. Dan terbukti, pertemuan itu berlanjut dengan pertemuan-pertemuan selanjutnya yang membuat kita semakin dekat hingga menjadi sahabat. Seperti ada sesuatu – yang entah apa itu – telah menyatukan hati kita: aku dan kamu. Kita berbagi, saling mengerti dan menasehati.

Tak terasa dua tahun telah berlalu sejak awal kita bertemu. Tawa, bahagia, luka, airmata, bahkan kecewa pernah mewarnai hari-hari kita. Entah sudah berapa banyak warna yang kita ciptakan, entah sudah berapa banyak cerita yang kita kisahkan, entah sudah berapa banyak waktu bersama yang kita habiskan. Entahlah, aku tak pernah menghitungnya. Yang jelas semua itu sangat berarti.

Lalu beberapa waktu lalu satu tanyamu padaku: "Apa yang ingin kamu lakukan berdua denganku sebelum Februari itu tiba?" Dan hingga hari ini tanya itu tak menemukan jawabnya. Belakangan ini kita bahkan hampir tak pernah bisa melewati waktu bersama-sama lagi. Aku tak menyangka hari pertama kita bertemu akan menjadi hari terakhir untuk kita benar-benar bisa bersama. Iya, tanggal 15 Februari akan jadi hari terakhir bagimu sebelum kamu memulai kehidupanmu yang baru. Aku ikut berbahagia untukmu, sungguh! Hanya saja, kalau boleh jujur aku sedikit sedih. Memang aku tak akan kehilanganmu dalam arti yang sebenarnya, tapi bagaimana pun juga semuanya tak akan lagi sama seperti sebelumnya.

Dua tahun yang lalu kita bertemu. Sejak hari itu kau menempati salah satu ruang di hatiku, hingga nanti sampai batas waktu yang aku belum tau.
Selamat menempuh hidup baru,
Barakallah...
Semoga menjadi keluarga yang SAMARA :)


rheadrina, 15 Feb 2013

7 Feb 2013

Bertahan

Diposting oleh Drina at 18.58 4 komentar
Apa yang membuat kita bertahan dalam suatu kondisi? Cintakah? Mungkin, tapi menurutku bukan hanya karena cinta. Sering kali kita terlalu terbiasa dengan seseorang yang ada di dekat kita. Terbiasa dengan tawanya, kelakarnya, perhatiannya, kebiasaannya dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya, yang tanpa kita sadari menciptakan perasaan nyaman bila bersamanya. Rasa nyaman yang tidak kita rasakan saat bersama orang lain selain dia. Dan itu yang kemudian menghadirkan rasa takut akan kehilangan dirinya, sehingga kita memilih untuk bertahan dalam kondisi apa pun asal tetap bersamanya. Karena harus kita akui, bukanlah hal yang mudah membiasakan diri untuk tak terbiasa lagi.
 

2 Feb 2013

Kepada Yovano

Diposting oleh Drina at 09.33 0 komentar
Hai sahabat penaku di masa lalu. Apa kabarmu saat ini? Apakah kau sudah menerima paket yang aku kirimkan seminggu yang lalu? Seharusnya sih sudah, karena saat aku cek kode pengiriman melalui web www.posindonesia.co.id tertulis jelas bahwa paket ku sudah diterima oleh satpam kantormu pada hari Selasa tanggal 29 Jan 2013 Pukul 15.34. Kamu pasti kaget kan?

Iya, aku tau kamu tak pernah lagi menunggu kedatangan suratku seperti dulu. Malah mungkin kamu sudah melupakan sahabat penamu ini. Entahlah, kedengarannya aku terlalu sinis mengatakannya. Tapi asal kamu tau, sampai saat ini aku (masih) menunggu surat darimu. Bukankah dulu kamu berjanji akan menulis (bukan mengetiknya dengan komputer) dan mengirim surat padaku lagi. Kamu ingat kan, Yo? atau kamu lupa?

Usia persahabatan kita sudah memasuki tahun ke 13, dan memang sudah cukup lama kita tidak berkomunikasi dengan menggunakan jasa Pak Pos. Seingatku beberapa tahun belakangan kita sudah sangat jarang menulis surat, sejak kita mulai ngeblog dan berkenalan dengan jejaring sosial di dunia maya bernama Facebook dan Twitter. Sampai akhirnya kita benar-benar menghentikan kebiasaan itu.

surat-surat yg aku terima dari kamu

kotak tempat aku menyimpan surat

Perlu kamu tau, aku masih menyimpan semua surat darimu, juga kartu ucapan dan benda-benda lainnya (foto, novel, manga, gelang, gantungan kunci, pena bertali, hiasan dinding dan sketsa Detektif Conan). Semuanya, Yo. Semua yang pernah kamu berikan padaku. Karena bagiku semua itu menyimpan segudang cerita tentang persahabatan kita selama ini.

Yo, seperti yang aku pernah bilang: kamu adalah sahabat pena terbaik dan terlama yang pernah aku punya. Tentu saja bagiku kamu itu istimewah. Bayangkan saja persahabatan yang berawal dari selembar surat bisa bertahan selama ini. Padahal kita berbeda usia, agama, suku, adat, dan lainnya. Bahkan kita tinggal di kota dan pulau yang berbeda, berjarak ribuan kilometer dengan zona waktu yang berbeda pula. Untungnya ada banyak hal yang sama-sama kita sukai seperti buku, biru, cokelat dan tentu saja bintang. Dan mungkin hal itu yang membuat kita merasa cocok satu sama lain.

Ngomong-ngomong masalah bintang, saat ini aku sedang memandangi bintang-bintang di langit (kamarku) dan aku jadi ingat dulu pernah mengirimkan bintang (glowing in the dark) untukmu. Hei... bukankah kita punya suatu 'kesepakatan'? Kalo suatu hari nanti kita bertemu, hal pertama yang ingin dan akan kita lakukan berdua adalah duduk di lapangan berumput pada malam hari sambil memandang langit. Kita akan berebut bintang! Sesederhana itu.

Ah, tapi sudahlah lupakan saja. Kita tak perlu lagi berangan-angan. Seiring berjalannya waktu semua telah berubah dengan sendirinya. Hingga saat ini Tuhan sama sekali belum berkenan mempertemukan kita berdua. Tak apa. Toh dimana pun kita berada, kita masih bisa melihat bintang yang sama

Well, aku rasa cukup sekian suratku. Mungkin ini surat terakhir yang aku tulis untukmu (kecuali jika kamu kemudian menulis surat untukku lagi). Dan maaf sepertinya surat ini hanya akan aku posting di blog. Aku memang tak berniat mengirimkannya lewat Pak Pos. Berharap suatu hari kamu mengunjungi blog ku (itu jika kamu masih ingat kalo aku punya blog) dan tanpa sengaja menemukan surat ini. Jika pun tidak, aku bisa apa?


Sahabatmu,

Arie


Bengkulu, 02022013
 

Peoplecuek's Blog Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | Best Kindle Device